Memahami Blanded Learning dalam Pembelajaran

Penggunaan  software  teknologi  informasi  (e-learning)  menjadi  media  pembelajaran sudah semakin acapkali ditemui pada pendidikan. Konsep e-learning tentunya memberi perbedaan makna baru bagi proses pendidikan yang selama ini hanya bertumpu pada keberadaan guru. 

Menurut Castle and Mc Guire pada (Syarif, 2012) e-learning bisa meningkatkan pengalaman belajar karena peserta didik bisa belajar dimanapun dan  pada syarat apapun selama dirinya terhubung dengan internet tanpa harus mengikuti pembelajaran tatap muka (face to face learning). Blended learning artinya suatu pendekatan yg fleksibel buat merancang acara yang mendukung adonan asal berbagai saat dan  kawasan buat belajar.

Dari  Rovai  and  Jordan  pada  (Sa'ud, Udin Saefudin , 2008 )  model  blended learning pada dasarnya adalah adonan keunggulan pembelajaran yang dilakukan secara tatap muka (face to face learning) serta secara virtual (e-learning). Pembelajaran online atau e-learning dalam blended learning menjadi perpanjangan alami asal pembelajaran ruang kelas tradisional yg memakai model tatap muka (face to face learning). Lewat model blended learning, proses pembelajaran akan lebih efektif sebab proses belajar mengajar yg biasa dilakukan (konvensional) akan dibantu menggunakan pembelajaran secara e-learning yg dalam hal ini berdiri di atas infrastruktur teknologi info serta mampu dilakukan kapanpun (any time) dan  dimanapun (any where), blended learning bukan hanya mengurangi jeda yang selama ini ada diantara peserta didik dan  guru tetapi jua mempertinggi interaksi diantara kedua belah pihak.

Menggunakan  pelaksanaan  blended learning ini,  pembelajaran  berlangsung  lebih bermakna sebab keragaman asal belajar yang mungkin diperoleh. Sedangkan (Driscoll) menyebutkan empat konsep tentang pembelajaran  blended learning yaitu:

1. Blended learning ialah pembelajaran yg mengkombinasikan atau menggabungkan aneka macam teknologi berbasis web, untuk mencapai tujuan pendidikan.

2. Blended  learning  ialah   kombinasi   asal   banyak sekali   pendekatan pembelajaran (mirip behaviorisme, konstruktivisme, kognitivis-me) buat membentuk suatu pencapaian pembelajaran yg optimal menggunakan atau tanpa teknologi pembelajaran.

3. Blended learning pula  adalah  kombinasi  poly  format  teknologi  pembelajaran,  mirip  video tape, CD-ROM,  web-based training, film menggunakan pembelajaran tatap muka.

4. Blended learning menggabungkan teknologi pembelajaran menggunakan perintah tugas kerja aktual buat membentuk impak yg baik pada pembelajaran dan  tugas.

Secara sederhana dapat dikatakan bahwa blended learning artinya pembelajaran yang mengkombinasikan antara tatap muka yaitu pembelajaran yg dilakukan secara konvensional menggunakan metode ceramah, penuguasan, tanya jawab dan  demontrasi, dan  pembelajaran yang dilakukan secara online dengan memanfaatkan aneka macam macam media serta teknologi buat mendukung belajar mandiri dan memungkinkan peserta menjadi lebih aktif dan  memberikan pengalaman belajar pada siswa.

Berasal beberapa pendapat para ahli pada atas bisa disimpulkan bahwa Blended Learning mempunyai dari 3 komponen krusial yaitu :

A. Pembelajaran menggunakan tatap muka

B. Pembelajaran secara online

C. Belajar mandiri. 

Melalui blended  learning  bisa  menciptakan  lingkungan  belajar yang  positif  buat terjadinya interaksi antara sesama siswa, serta peserta didik dengan pendidiknya tanpa dibatasi oleh ruang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menggunakan Wiki untuk Pembelajaran Berbasis Proyek, Kolaborasi, Kerja Autentik dan Audiensi

Memahami Konsep Dasar, Manfaat  Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk Peningkatan Efisiensi dan Efektivitas  Pembelajaran

Keahlian Membuat atau Merancang Media Pembelajaran Terpadu Berbasis TIK